Derau listrik
Derau atau yang biasa disebut noise adalah suatu sinyal gangguan yang bersifat akustik (suara), elektris, maupun elektronis yang hadir dalam suatu sistem (rangkaian listrik/ elektronika) dalam bentuk gangguan yang bukan merupakan sinyal yang diinginkan.
Secara garis besar ada dua jenis sumber derau (noise) :
1. External Noise (Derau yang berasal dari luar perangkat)
sumber utama external noise ;
Ekstraterrestrial noise ; gangguan elektris diluar atmosfir bumi (Radiasi panas matahari)
Man Made - Noise ; Gangguan elektris yang terjadi karena perilaku manusia (Kendaraan bermotor, penggunaan alat- alat elektronik)
merupakan noise yang dihasilkan dari luar alat atau sirkuit .
Atmospheric noise ; gangguan elektris yang terjadi secara alami (Kilat, petir, halilintar)
2. Internal Noise (Derau yang berasal dari dalam perangkat)
Ada beberapa jenis Internal Noise :
1. Thermal Noise merupakan suatu fenomena noise yang berhubungan dengan suhu material. Semakin tinggi suhu komponen, daya noise semakin besar. Noise ini tidak terjadi pada suhu 0 Kelvin
(- 273 ° C).
Secara matematis, Kekuatan noise adalah :
T = Temperatur Absolute
B = bandwidth
Secara garis besar ada dua jenis sumber derau (noise) :
1. External Noise (Derau yang berasal dari luar perangkat)
sumber utama external noise ;
Ekstraterrestrial noise ; gangguan elektris diluar atmosfir bumi (Radiasi panas matahari)
Man Made - Noise ; Gangguan elektris yang terjadi karena perilaku manusia (Kendaraan bermotor, penggunaan alat- alat elektronik)
merupakan noise yang dihasilkan dari luar alat atau sirkuit .
Atmospheric noise ; gangguan elektris yang terjadi secara alami (Kilat, petir, halilintar)
2. Internal Noise (Derau yang berasal dari dalam perangkat)
Ada beberapa jenis Internal Noise :
1. Thermal Noise merupakan suatu fenomena noise yang berhubungan dengan suhu material. Semakin tinggi suhu komponen, daya noise semakin besar. Noise ini tidak terjadi pada suhu 0 Kelvin
(- 273 ° C).
Secara matematis, Kekuatan noise adalah :
N = K T B
N = Kekuatan noise (Noise power)
K = Boltzmann's Proportionality Constant (1.38 × 10-23 joules per Kelvin)
B = bandwidth
2. Shot noise
noise jenis ini muncul
karena penyampaian sinyal yang tidak beraturan pada keluaran (output) alat
elektronik yang digunakan, seperti pada transistor dua kutub. Pada alat elektronik, jumlah partikel pembawa
energi (elektron) yang terbatas menghasilkan fluktuasi pada
arus elektrik konduktor. Shot noise disebut juga transistor noise dan saling
melengkapi dengan thermal noise. Penelitian shot noise pertama kali
dilakukan pada kutub positif dan kutub negatif tabung
pesawat vakum (vacuum-tube amplifier) dan dideskripsikan secara
matematis oleh W. Schottky tahun
1918.
3. Flicker noise
Flicker noise berkaitan
dengan ketidakteraturan hubungan dan permukaan pada katoda semikonduktor. Kehadiran
noise ini disebabkan oleh terjadinya fluktuasi konduktivitas medium. Flicker
noise memperbesar daya noise sebanding dengan panjang gelombang. Noise ini
terjadi pada komponen yang memiliki frekuensi dibawah 100 Hz.
4. Noise kuantisasi
Noise kuantisasi timbul
pada saat proses pengubahan sinyal analog menjadi sinyal digital akibat
pembulatan level sinyal kontinyu ke harga-harga yang diskrit dan terutama
dirasakan pada sinyal yang memiliki level rendah. Noise kuantisasi menyebabkan
timbulnya kesalahan dalam regenerasi sinyal.
